Index Labels

I'ts Your True Collection

. . Tidak ada komentar:
Ditulis oleh: Hanifah Nafisah
 [Alumni PP Muwahidun Angkatan VI | Mahasiswa Program Syari'ah LIPIA Semester V]


Bismillah

     Memiliki baju yang bersih, rapih, dan menutup aurat adalah hal yang dari awal telah Islam ajarkan kepada kita. Bahkan keindahan pakaian yang kita pakai alias fashionable selalu menjadi standar kesempurnaan, kepuasan, dan kebahagiaan tersendiri bagi pemiliknya. Hal tersebut diperbolehkan dalam Islam, namun dengan syarat tetap menutup aurat tanpa menghilangkan Three T yaitu : tidak tembus pandang, tidak ketat ,dan tidak kekurangan bahan.

     Tapi pernahkah kita berfikir bahwa sesuatu yang mubah alias yang diperbolehkan oleh Islam bisa  menjadi sesuatu yg dibenci oleh Islam? Yups contohnya saja adalah ketika kita mengoleksi dan mengumpulkan pakaian-pakaian yang menurut kita sangatlah berharga dalam hidup kita, sampai - sampai tanpa kita sadari baju itu berubah menjadi sebuah bukit yang semakin lama menjadi tinggi dan mungkin bertahun - tahun lamanya tertimbun di dalam lemari. Bayangkan saja betapa sedihnya mereka yang hari – harinya hanya digunakan sebagai hiasan lemari. Padahal banyak sekali saudara-saudara kita yang lebih membutuhkannya. Menimbun pakaian bukan sebuah habit yang harus tetap kita lakukan, namun itu adalah sebuah habit yang perlu kita tinggalkan.

     Nah mulai sekarang biasakan diri kita untuk membeli pakaian yang sekiranya penting buat kita tanpa mendahulukan hawa nafsu. Dan untuk pakaian-pakaian yang sudah terlanjur menumpuk di dalam lemari, mulailah dari sekarang untuk mensortirnya, pilihlah pakaian yang memang sangat kamu butuhkan dan sedekahkan pakaian yang tidak kamu butuhkan lagi.

Step 1 : jadikanlah pakaianmu dalam 3 kelompok
   Kelompok 1 :  pakaian yang selalu kamu pakai dan butuhkan.
   Kelompok  2 : pakaian yang sudah lama tertimbun di lemari dan jarang dipakai.
   Kelompok 3 : pakaian yang sebenarny masih ingin dipakai kembali

Step 2 : Simpanlah dan tata kembali kelompok satu di lemarimu.

Step 3 : Carilah sebuah tempat atau kardus atau plastik, kemudian letakkan mereka dengan rapi, kemudian simpanlah di bagian paling bawah lemari. Dan kalau memang setelah beberapa bulan tetap tidak terpakai maka kamu harus menjadikannya kelompok 2.

     Dan yang terakhir, buat kamu yang masih merasa gagal move on dari baju-bajumu, it's so simple, buatlah sebuah kenangan bersama mereka sebelum kamu berikan ke orang lain. Bisa dalam bentuk sebuah kisah perjuangan ketika kamu membelinya dan buatlah salam perpisahan untuk mereka, atau bisa juga dengan mengoleksi mereka dalam bentuk sebuah foto, kemudian diletakkan di sebuah album khusus untuk mereka.

     Perlu kita ketahui, hal ini tidak hanya berlaku untuk pakaian saja, tapi berlaku untuk semua barang yang tanpa kita sadari sudah menjadi sebuah koleksi. Karena semua barang yang telah kita miliki akan dihisab dan dipertanggungjawabkan di akhirat kelak. Dan cara termudah untuk mengilangkan kebiasaan ini  adalah tidak menghamburkan uang atau menyedekahkannya bagi orang yang lebih membutuhkan.

“(Ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan dalam neraka Jahanam, lalu dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.” [Surat At-Taubah 35]


وَأَنفِقُوا۟ فِی سَبِیلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلۡقُوا۟ بِأَیۡدِیكُمۡ إِلَى ٱلتَّهۡلُكَةِ وَأَحۡسِنُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ
“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuatbaiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” [Surat Al-Baqarah 195]

Wallahu a’lam bishowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post