Index Labels

Curiga Tanpa Ada Bukti?

. . Tidak ada komentar:
Ditulis oleh: Zulfa Nur Fadhilla


 [Alumni PP Muwahidun Angkatan IX | Mahasiswi Program I’dad Lughowi 2 IIPIA]


     Waspada itu perlu, tapi curiga tanpa bukti itu jangan! Apalagi terhadap saudara kita sendiri sesama muslim. Karena kehormatan seorang muslim itu terjaga dan mulia. Berbagai prasangka buruk terhadap orang lain sering kali bersemayam di hati kita. Sebagian besarnya, tuduhan itu tidak dibangun di atas tanda atau bukti yang cukup. Kita hanya melihat dhohirnya saja, tanpa adanya tabayyun. Sehingga yang terjadi adalah asal tuduh kepada saudaranya yang nantinya akan mengarah kepada fitnah.

     Buruk sangka kepada orang lain atau yang dalam bahasa Arabnya disebut Su`u zhan mungkin biasa atau bahkan sering hinggap di hati kita. Mencurigai keburukan seseorang tanpa ada bukti, saksi, dan tanda-tanda yang mendasarinya adalah sesuatu yang tercela dan terlarang.

     Allah ta'ala berfirman di surat Al-Hujurat ayat 12:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلا تَجَسَّسُوا وَلا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan pra-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari pra-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”

     Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda terkait prasangka buruk:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الحَدِيثِ، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَكُونُوا إِخْوَانًا وَلاَ يَخْطُبُ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَنْكِحَ أَوْ يَتْرُكَ

“Jauhilah oleh kalian prasangka, sebab prasangka itu adalah ungkapan yang paling dusta. Dan janganlah kalian mencari-cari aib orang lain, jangan pula saling menebar kebencian, dan jadilah kalian orang-orang yang bersaudara. Janganlah seorang laki-laki meminang atas pinangan saudaranya hingga ia menikahinya atau meninggalkannya." [HR. Bukhari dan Muslim]

     Apabila seseorang menuduh orang lain tanpa bukti maka ia telah menyelisihi sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:

«البَيِّنَةُ عَلَى المُدَّعِي، وَاليَمِينُ عَلَى المُدَّعَى عَلَيْهِ

“Bukti (al-bayyinah) wajib atas orang yang mendakwa (menuduh) dan sumpah wajib bagi tertuduh (yang mengingkari.pent)." [HR. Tirmizi]
Semoga kita semua dijauhkan dari segala sifat dan akhlaq yang buruk dan semoga kita menjadi muslim yang memiliki akhlaq yang baik. Allahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post