Index Labels

Empat Hal Yang Harus Diketahui Oleh Da'i

. . Tidak ada komentar:


Ditulis oleh: M Iqbal Fadly (Alumni Ponpes Muwahidun, Mahasiswa Prodi Takmily LIPIA)


Dalam muqoddimah kitab Ushulul Tsalatsah karya Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dikatakan,
" Wajib bagi kita mempelajari 4 hal: Ilmu, mengamalkannya, mendakwahkannya, sabar atas segala rintangan."
Ilmu, suatu kewajiban bagi kita untuk belajar. Yang dimaksud dengan ilmu menurut beliau  ialah mengenal Allah, mengenal Nabi, dan mengenal Islam. Bagaimana kita bisa jadi sebenar-benarnya mukmin jika kita tidak mengenal Tuhan kita, tidak mengenal Nabi kita, dan tidak paham dengan agama kita sendiri? Lantas apa yang akan kita kerjakan tanpa tahu 3 hal pokok itu.
Mengamalkannya, ironi jika seseorang mengetahui sesuatu tapi tidak mengamalkannya. Imam Bukhari berkata,"ilmu sebelum berucap dan beramal". Ini bentuk peringatan kepada kita supaya lebih berhati-hati dalam bertindak, dengan ilmu orang akan lebih berhati-hati dalam bicara, dengan ilmu pula orang tidak akan bisa berbuat seenaknya.
Mendakwahkannya. Tingkatan selanjutnya ialah mengajak orang lain untuk berbuat kebajikan. Setelah kita tau ilmunya, mempraktekkannya pada diri kita, barulah kita mengajak orang lain untuk mengerjakannya. Jangan sampai kita menyeru orang berbuat kebajikan, tapi kita sendiri tidak melakukannya. Sabda Rasulullah:
مثل الذي يعلم الناس و ينسى نفسه كمثل السراج يضيئ حوله و يغرق نفسه
“Permisalan orang yang mengajari manusia tapi dia lupa dengan dirinya sendiri itu ibarat lilin, menerangi sekitarnya dan membakar dirinya sendiri.”

Sabar atas segala rintangan. Dalam muqoddimah kitab Qowaidul Arba’, Syekh Muhammad bin Abdul Wahab menyebutkan 3 kunci kebahagiaan.
إذا أعطي شكر وإذا بتلي صبر وإذا أذنب استغفر
Inilah karakter seorang mukmin, ketika diberi bersyukur, ketika diuji sabar, dan ketika berbuat dosa meminta ampun.
Menjadi hal yang umum, bahwa disetiap dakwah itu pasti ada rintangannya, entah itu dari pihak luar, atau dari pihak dalam Islam itu sendiri. Sebagai seorang dai wajib baginya untuk menerima segala kemungkinan yang terjadi, sabar atas rintangan yang menghalangi.
Allah berfirman:
والعصر إن الإنسان لفي خسر إلا الذين امنوا وعملوا الصالحات و تواصوا بالحق و تواصوا بالصبر
“Demi masa, sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Q.S Al Ashr)

Allahu a’lam bisshawaab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post