Allah berfirman:
(ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ)
[Surat Al-Mu'minun 16]
(وَعُرِضُوا عَلَىٰ رَبِّكَ صَفًّا لَقَدْ جِئْتُمُونَا كَمَا خَلَقْنَاكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ بَلْ زَعَمْتُمْ أَلَّنْ نَجْعَلَ لَكُمْ مَوْعِدًا)
[Surat Al-Kahfi 48]
Kedua ayat di atas menunjukkan tentang dua kejadian yang pasti terjadi di hari kiamat, hari kebangkitan dan hari pengumpulan.
1. Yaumul Ba’ts (Hari Kebangkitan)
Bangkitnya manusia dari kuburnya ditandai dengan adanya tiupan sangkakala yang kedua. Semua manusia bangkit dalam keadaan telanjang, tidak beralas kaki dan belum dikhitan. Sebagaimana sabda Nabi yang artinya:
“Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan telanjang, belum dikhitan dan buhman”, kemudian sahabat bertanya, “ apa itu buhman ya Rasul?”, Nabi menjawab,” tidak bersama mereka suatu apapun”, kemudian Allah memanggil mereka dengan suara yang dapat didengar semuanya, “ Aku adalah Al-Malik, Aku adalah Addayyan yang Maha membalas amalan hamba, tidaklah pantas bagi siapapun dari kalangan penghuni neraka untuk masuk ke dalam neraka, sementar masih ada hak penghuni surga pada dirinya hingga aku mengqishosnya, tidaklah pantas pula bagi siapapun dari kalangan penghuni surga untuk masuk ke dalam surga, sementara masih ada hak penghuni neraka pada dirinya hingga aku selesaikan hak penghuni neraka itu darinya, meskipun hanya sebuah tamparan.” Sahabat bertanya,”bagaimana caranya menunaikan hak mereka? Sedangkan kita menemui Allah dalam keadaan telanjang, belum dikhitan.” Rasul menjawab,” diselesaikan dengan kebaikan dan kejelekan yang kita miliki”. [Hadits Riwayat Ahmad dari sahabat Anas bin Malik]
2. Yaumul Hasyr (Hari Pengumpulan)
Setelah manusia bangkit dari kuburnya, mereka akan digiring ke padang mahsyar. Disana mereka berdiri menunggu pengadilan dari Allah. Matahari diturunkan sebatas jangkauan tangan manusia. Sebagian dari mereka yang merasakan panasnya, sebagian mereka tidak merasakan panas matahari. Kemudian ditampakkan pula amalan-amalan mereka di dunia. Mereka meminta dan mencari syafaat kepada para Nabi, ketika mereka datang ke Nabi Adam, Nabi Adam menyuruh mereka untuk pergi ke Nabi Nuh, begitu seterusnya sampai mereka datang kepada Nabi Muhammad. Maka Muhammad pun dengan izin Allah memberi mereka syafaat.
Wallahi, inilah beberapa kejadian yang pasti terjadi di hari kiamat nanti. Uang, rumah, mobil dan semua harta yang kita miliki tidak akan kita bawa di padang mahsyar. Kita dibangkitkan dalam keadaan telanjang, masihkah kita menyombongkan diri dengan harta kita yang sekarang?
Perbanyaklah bekal kita untuk akhirat, watazaawaduu, fa inna khoiro zaadi taqwa. Kebaikan dan taqwa lah dua bekal yang harus disiapkan manusia menghadapi hari kiamat.
Wallahu a’lam bisshowab
Ditulis oleh: M. Iqbal Fadlli (Mahasiswa LIPIA semester 4 prodi I'dad Lughowiy)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar