Index Labels

Catatan Kecil Simposium PPI Timur Tengah dan Afrika 2017

. . Tidak ada komentar:

Ditulis oleh: Nur Farid Khoiruddin (Mahasiswa Univ. Majmaah-Riyadh)
 
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang memilki ribuan bahasa, beragam kepercayaan, suku, adat dan budaya. Bangsa ini tumbuh sebagai bangsa yang kuat, bangsa yang pantang menyerah, bangsa yang memiliki karisma tersindiri di antara bangsa yang lainnya. Nasionalisme yang solid tumbuh dari kepahlawanan para pendiri bangsa, pembela kemerdekaan bangsa ini saat melawan para penjajah negeri nusantara. Diusia 72 tahun kemerdekaan bangsa ini yang mulai menjajaki era globalisasi, begitu pun banyak problematika muncul dari berbagai penjuru negeri mulai menggoyah kekuatan bangsa ini, tenun kebinnekaan bangsa ini mulai rapuh, keberagaman di tengah-tengah kemajemukan muali diuji, serta kesenjangan sosial dan ekonomi masih menjadi topik utama bangsa ini. Tak ayal muncul berbagai prediksi  akan keberadaan bangsa ini di masa depan.

Di sini lah saatnya generasi muda berbicara, memikirkan kondisi bangsa ini di masa mendatang. Tak lain karena mereka generasi penerus bangsa. Bangsa ini akan semakin menjadi bangsa yang besar tercermin dari generasi mudanya, begitu pun sebaliknya.
Akankah tenun-tenun kebangsaan kita di tengah kemajemukan akan selalu bertahan diterpa badai mendatang, ataukah bangsa ini akan tenggelam dan hancur karena rapuhnya ikatan kebinnekaan mereka?

PPI ( Persatuan Pelajar Indonesia) dunia kawasan Timur Tengah dan Afrika mengadakan Simposium Internasional bertajuk " Revitalisasi Simpul Kebangsaan Di tengah Kemajemukan"  untuk menjawab tantangan generasi muda dimasa mendatang. Acara ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 3-4  April di Hotel Movenpick kota Madinah Al Munawaroh. Acara kali ini mengahdirkan tokoh-tokoh besar nasional saat ini, diantaranya:
1. Prof. Mahfud MD, 
2. Prof. Dr. KH. Din Syamsudin,
3. Prof. Dr. Masykuri Abdillah,
4. Drs. M. Heri Saripudin,MA
5. Prof. Dr. Gumilar Rusliwa Somantri,
6. Ir. Muh. Nuh DEA,
7. Muhammad Ridwan Kamil, S.T.,MUD
8. Keynote Speaker Prof. Dr. Ali Ma'youf Al Ma'youf
9. Kedubes RI Agus Maftuh Abegebriel.

Para mahsiswa dan mahasiswi pun hadir dari berbagai delegasi PPI Timur Tengah dan Afrika serta beberapa delegasi dari Tanah Air. Terhitung kurang lebih ada 300-an peserta simposium.

Dalam simposium kali ini ada 3 pokok pembahasan yang didiskusikan yaitu:
1. Merajut Tenun Kebangsaan di tengah keberagaman.
2. Kerangka Diplomasi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Negara-Negara di Timur Tengah.
3. Menyongsong masa depan Indonesia dalam mempersiapkan Generasi Emas 100 tahun.

Dalam Simposium Internasional di Madinah kali ini telah melahirkan sebuah deklarasi yang dinamakan dengan Deklarasi Madinah, yang telah dirumuskan oleh para peserta simposium dan disetujui bersama.
Semoga dengan diadakannya simposium ini bisa membuka cakrawala generasi muda, para mahasiswa demi mewujudkan Indonesia generasi emas 2045.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post