Ditulis oleh: Nur
Farid Khoiruddin (Mahasiswa Univ. Majma’ah-Riyadh)
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang
besar, bangsa yang memilki ribuan bahasa, beragam kepercayaan, suku, adat dan
budaya. Bangsa ini tumbuh sebagai bangsa yang kuat, bangsa yang pantang
menyerah, bangsa yang memiliki karisma tersindiri di antara bangsa yang
lainnya. Nasionalisme yang solid tumbuh dari kepahlawanan para pendiri bangsa,
pembela kemerdekaan bangsa ini saat melawan para penjajah negeri nusantara.
Diusia 72 tahun kemerdekaan bangsa ini yang mulai menjajaki era globalisasi,
begitu pun banyak problematika muncul dari berbagai penjuru negeri mulai
menggoyah kekuatan bangsa ini, tenun kebinnekaan bangsa ini mulai rapuh, keberagaman
di tengah-tengah kemajemukan muali diuji, serta kesenjangan sosial dan ekonomi
masih menjadi topik utama bangsa ini. Tak ayal muncul berbagai prediksi akan keberadaan bangsa ini di masa depan.
Di sini lah saatnya generasi muda
berbicara, memikirkan kondisi bangsa ini di masa mendatang. Tak lain karena
mereka generasi penerus bangsa. Bangsa ini akan semakin menjadi bangsa yang
besar tercermin dari generasi mudanya, begitu pun sebaliknya.
Akankah tenun-tenun kebangsaan kita di
tengah kemajemukan akan selalu bertahan diterpa badai mendatang, ataukah bangsa
ini akan tenggelam dan hancur karena rapuhnya ikatan kebinnekaan mereka?
PPI ( Persatuan Pelajar Indonesia) dunia
kawasan Timur Tengah dan Afrika mengadakan Simposium Internasional bertajuk
" Revitalisasi Simpul Kebangsaan Di tengah Kemajemukan" untuk menjawab tantangan generasi muda dimasa
mendatang. Acara ini diselenggarakan selama dua hari berturut-turut pada
tanggal 3-4 April di Hotel Movenpick
kota Madinah Al Munawaroh. Acara kali ini mengahdirkan tokoh-tokoh besar
nasional saat ini, diantaranya:
1. Prof.
Mahfud MD,
2. Prof.
Dr. KH. Din Syamsudin,
3. Prof.
Dr. Masykuri Abdillah,
4. Drs.
M. Heri Saripudin,MA
5. Prof.
Dr. Gumilar Rusliwa Somantri,
6. Ir.
Muh. Nuh DEA,
7.
Muhammad Ridwan Kamil, S.T.,MUD
8.
Keynote Speaker Prof. Dr. Ali Ma'youf Al Ma'youf
9.
Kedubes RI Agus Maftuh Abegebriel.
Para mahsiswa dan mahasiswi pun hadir
dari berbagai delegasi PPI Timur Tengah dan Afrika serta beberapa delegasi dari
Tanah Air. Terhitung kurang lebih ada 300-an peserta simposium.
Dalam simposium kali ini ada 3 pokok
pembahasan yang didiskusikan yaitu:
1.
Merajut Tenun Kebangsaan di tengah keberagaman.
2.
Kerangka Diplomasi Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan Negara-Negara di
Timur Tengah.
3. Menyongsong
masa depan Indonesia dalam mempersiapkan Generasi Emas 100 tahun.
Dalam Simposium Internasional di Madinah
kali ini telah melahirkan sebuah deklarasi yang dinamakan dengan Deklarasi
Madinah, yang telah dirumuskan oleh para peserta simposium dan disetujui
bersama.
Semoga dengan diadakannya simposium ini
bisa membuka cakrawala generasi muda, para mahasiswa demi mewujudkan Indonesia
generasi emas 2045.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar