Ditulis oleh: Hamzah (Bid. Dakwah)
Pengertian Nabi dan Rasul
Kata “النبي”
merupakan isim musytaq (pecahan) dari kata “النبأ”
yang secara bahasa bermakna kabar, disebut demikian karena nabi mengabarkan dan
menyampaikan perintah dan wahyu dari Allah.
Sedangkan rasul secara bahasa bermakna “التوجيه” (mengarahkan), demikian karena mereka
adalan utusan (arahan) dari sisi Allah. Allah Ta’ala berfirman :
((ثُمَّ
أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى))
“kemudian Kami
utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut turut” (QS. Al-Mu’minun :
44)
Perbedaan Nabi dan Rasul
Rasul merupakan utusan Allah yang membawa
syariat baru, sedangkan nabi merupakan utusan Allah yang menguatkan syariat rasul
sebelumnya. Kenabian merupakan syarat kerasulan sehingga dapat dikatakan bahwa
kenabian lebih umum. Setiap rasul adalah nabi namun tidak setiap nabi adalah
rasul.
Kenabian adalah Anugrah Ilahi
Kenabian merupakan anugrah dan pilihan Allah
Ta’ala, sebagaimana firman Allah,
((اللهُ
يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلاً وَمِنَ النَّاسِ))
“Allah memilih
utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia” (QS. Al-Hajj : 75)
Kenabian merupakan kedudukan khusus yang
diberikan Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, murni karena
keutamaan-Nya. Mereka telah dipersiapkan Allah untuk mengembannya, Allah
menjaga mereka dari godaan-godaan syetan dan perbuatan syirik. Kenabian
merupakan anugrah ilahi dan nikmat rabbani sebagaimana hal tersebut Allah
sebutkan dalam firman-Nya surat Maryam ayat 58.
Sifat Para Rasul
Para rasul merupakan suri tauladan yang baik,
banyak dalil yang menunjukkan betapa mulianya akhlak dan sifat mereka, diantara
sifat-sifatnya adalah:
1. Jujur
Allah telah mengabarkan bahwa para rasul merupakan
orang-orang yang jujur dalam firman-Nya,
((هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ
وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ))
“inilah
yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah para rasul(Nya)” (QS.
Yasin : 52)
2. Sabar
Mengajak manusia untuk mentaati Allah dan memperingatkan
mereka untuk tidak menyimpang merupakan tugas berat yang tidak setiap orang
mampu melaksanakannya. Di tengah dakwahnya, para rasul Allah menghadapi
berbagai macam cobaan dan gangguan, akan tetapi itu semua tidak meruntuhkan
tekad bulat mereka dan tidak menghentikan langkah mereka untuk senantiasa
mendakwahkan kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
((فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو
الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ .......))
“maka
bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari
rasul-rasul telah bersabar, dan janganlah kamu meminta disegerakan (adzab) bagi
mereka...” (QS. Al-Ahqaf : 35)
Mukjizat Para Rasul
Mukjizat merupakan hal-hal luar biasa yang
Allah tampakkan lewat para nabi dan rasul-Nya disertai ketidakmampuan umatnya
untuk mendatangkan hal yang semisalnya. Mukjizat dibagi menjadi 3 macam:
1. Pengetahuan, seperti ketika mengabarkan
tentang hal-hal gaib yang terjadi pada masa lalu atau yang akan datang.
2. Kemampuan, seperti mukjizat Nabi Musa ‘Alaihis
Salam yang mampu mengubah tongkat menjadi ular dan mukjizat Rasulullah Muhammad
Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam yang mampu membelah bulan sebagai bukti
kebenaran risalahnya.
3. Perlindungan, seperti perlindungan Allah
kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dari orang-orang kafir di
malam saat beliau akan hijrah, ketika Beliau di gua dan tatkala Suroqoh bin
Malik menemukan Beliau di tengah perjalanan hijrah Beliau.
Wallaahu ta’aala a’lam

Tidak ada komentar:
Posting Komentar