Index Labels

IMAN KEPADA PARA RASUL (Bag. 1)

. . Tidak ada komentar:


Ditulis oleh: Hamzah (Bid. Dakwah) 
 
Pengertian Nabi dan Rasul
Kata “النبي” merupakan isim musytaq (pecahan) dari kata “النبأ” yang secara bahasa bermakna kabar, disebut demikian karena nabi mengabarkan dan menyampaikan perintah dan wahyu dari Allah.
Sedangkan rasul secara bahasa bermakna “التوجيه” (mengarahkan), demikian karena mereka adalan utusan (arahan) dari sisi Allah. Allah Ta’ala berfirman :
((ثُمَّ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا تَتْرَى))
“kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut turut” (QS. Al-Mu’minun : 44)
Perbedaan Nabi dan Rasul
Rasul merupakan utusan Allah yang membawa syariat baru, sedangkan nabi merupakan utusan Allah yang menguatkan syariat rasul sebelumnya. Kenabian merupakan syarat kerasulan sehingga dapat dikatakan bahwa kenabian lebih umum. Setiap rasul adalah nabi namun tidak setiap nabi adalah rasul.
Kenabian adalah Anugrah Ilahi
Kenabian merupakan anugrah dan pilihan Allah Ta’ala, sebagaimana firman Allah,
((اللهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلاً وَمِنَ النَّاسِ))
“Allah memilih utusan-utusan-Nya dari malaikat dan dari manusia” (QS. Al-Hajj : 75)
Kenabian merupakan kedudukan khusus yang diberikan Allah kepada siapa saja yang Dia kehendaki, murni karena keutamaan-Nya. Mereka telah dipersiapkan Allah untuk mengembannya, Allah menjaga mereka dari godaan-godaan syetan dan perbuatan syirik. Kenabian merupakan anugrah ilahi dan nikmat rabbani sebagaimana hal tersebut Allah sebutkan dalam firman-Nya surat Maryam ayat 58.
Sifat Para Rasul
Para rasul merupakan suri tauladan yang baik, banyak dalil yang menunjukkan betapa mulianya akhlak dan sifat mereka, diantara sifat-sifatnya adalah:
1.      Jujur
Allah telah mengabarkan bahwa para rasul merupakan orang-orang yang jujur dalam firman-Nya,
((هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُوْنَ))
“inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah para rasul(Nya)” (QS. Yasin : 52)
2.      Sabar
Mengajak manusia untuk mentaati Allah dan memperingatkan mereka untuk tidak menyimpang merupakan tugas berat yang tidak setiap orang mampu melaksanakannya. Di tengah dakwahnya, para rasul Allah menghadapi berbagai macam cobaan dan gangguan, akan tetapi itu semua tidak meruntuhkan tekad bulat mereka dan tidak menghentikan langkah mereka untuk senantiasa mendakwahkan kebenaran. Allah Ta’ala berfirman,
((فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُولُو الْعَزْمِ مِنَ الرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِلْ لَهُمْ .......))
“maka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar, dan janganlah kamu meminta disegerakan (adzab) bagi mereka...” (QS. Al-Ahqaf : 35)
Mukjizat Para Rasul
Mukjizat merupakan hal-hal luar biasa yang Allah tampakkan lewat para nabi dan rasul-Nya disertai ketidakmampuan umatnya untuk mendatangkan hal yang semisalnya. Mukjizat dibagi menjadi 3 macam:
1.      Pengetahuan, seperti ketika mengabarkan tentang hal-hal gaib yang terjadi pada masa lalu atau  yang akan datang.
2.      Kemampuan, seperti mukjizat Nabi Musa ‘Alaihis Salam yang mampu mengubah tongkat menjadi ular dan mukjizat Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam yang mampu membelah bulan sebagai bukti kebenaran risalahnya.
3.      Perlindungan, seperti perlindungan Allah kepada Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam dari orang-orang kafir di malam saat beliau akan hijrah, ketika Beliau di gua dan tatkala Suroqoh bin Malik menemukan Beliau di tengah perjalanan hijrah Beliau.
Wallaahu ta’aala a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post