Index Labels

Pentingnya Peran Pemuda Islam

. . Tidak ada komentar:

Oleh: Bid. Kominfo KMiL

Masa muda adalah masa yang identik dengan kekuatan kreatifitas dan keilmuan yang luar biasa. Masa untuk mengembangkan segala potensi yang masih tersimpan dalam diri setiap anak muda. Akan tetapi juga masa yang rentan, seolah musim pancaroba yang sering merusak lahan pertannian. Karena pada masa muda mereka pemuda sedang mencari jati diri mereka. Selalu ingin tahu dan ingin mencoba segala hal. Dan kita semua tahu itulah jiwa muda yang tak pernah takut. Jiwa muda yang telah melahirkan bangsa ini, bangsa Indonesia.

88 tahun yang lalu, seluruh pemuda di indonesia telah bersumpah dengan keberanian  dan ketulsan hati mereka. Menyatakan bahwa Indonesia adalah bangsa yang satu bangsa Indonesia, bahasa yang satu Bahasa Indonesia, tanah air yang satu tanah air Indonesia. Yang menjadi salah satu patokan perjuangan di Indonesia melawan penjajahan

Mereka para pemuda Indonesia dengan iman dan keilmuan mereka, berhasil menorehkan sejarah bangsa. Namun, apakah pemuda saat ini sama dengan masa itu? Mereka dengan sukarela berjuang demi kemerdekaan Bangsa Indonesia. Mempertaruhkan darah bahkan nyawa mereka. Bukan pemuda zaman ini yang merelakan dirinya diperbudak orang lain apalagi bangsa lain (terutama jin dan setan). Juga pemuda yang rela menggadaikan dirinya, orang tuanya,  bahkan agamanya.

Mirisnya negeri ini, pemudanya banyak yang teracuni virus barat yang melenakan. menganggur padahal berpotensi. Orang tuanya banyak yang tak peduli, hanya mengurus hidup sendiri. Petingginya apalagi, banyak yang korupsi dan lupa diri. 

Seharusnya, pemuda bangsa ini mulai bangkit untuk mengobati diri dari virus barat yang telah melenakan. Dimulai dari pemuda, karena mereka yang masih mampu meningkatkan intelektual mereka. Karena mereka yang akan menggantikan pejabat tak kenal martabat. Karena mereka yang akan membenahi pondasi negeri ini, yaitu generasi yang akan datang. 

Ingatlah kata- kata yang disampaikan bung karno “berilah aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkan dunia”. Juga nasihat dari buya HAMKA “Pikirkanlah! Kalau 15 tahun yang lalu hanya sekitar 200 orang intelek berjiwa islam telah dapat menggerakkan tidak kurang dari 14 juta bangsa Indonesia muslim, sekarang di Indonesia tidak kurang dari seribu sarjana, seribu intelek yang keluar setiap tahun.” Karena itu seorang pemuda diharapkan menjadi seorang yang berilmu. Bukan hanya mempunyai ilmu, tapi juga mampu memberikan manfaat kepada umat dan bangsanya. Bukan hanya mengambil manfaat dari rakyat untuk penelitian kemudian dilupakan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post