Index Labels

Enam Alumni Ponpes Muwahidun Melanjutkan Studi di Al Azhar Mesir

. . Tidak ada komentar:
Jakarta, 10 Oktober 2016 - KabarKonsulat | Sejak berdirinya pada tahun 2003 Ponpes Muwahidun Pati hingga saat ini telah meluluskan ratusan alumni. Dari semua alumni tidak sedikit yang melanjutkan studi bidang keilmuan umum dan agama ke jenjang yang lebih tinggi, di dalam bahkan di luar negeri. Sebagai Yayasan Pendidikan Islam yang mempunyai visi untuk mencetak kader ulama yang berwawasan luas, Pondok Pesantren Muwahidun sangat menganjurkan santrinya untuk menuntut ilmu agama pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi terutama di universitas -universitas islam di Timur Tengah. Setelah pada kesempaan yang lalu tim Kominfo Konsulat Ponpes Muwahidun di LIPIA berhasil menghubungi alumni yang ada di Kerajaan Arab Saudi, kini tim kembali menelusuri persebara alumni di luar negeri. 
Dan dari ratusan alumni yang telah lulus, ada 6 alumni Pondok Pesantren Muwahidun yang kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam tertua di dunia, yaitu Universitas Al Azhar Kairo - Mesir. Tiga di antara mereka adalah Yusron, Uzair, dan Abdul yang berangkat 15 September yang lalu sebagai mahasiswa baru di sana. Sebelumnya mereka sudah menyelesaikan studi bahasa selama 2 tahun di STIBA Ar Rāyah Sukabumi. Selesai dari sana mereka mendaftarkan diri untuk masuk ke Al Azhar dengan niat bisa bermulazamah dengan para masyāyih (ulama) di sana. Kerena memang lebih mudah untuk bisa menjadi mahasiswa di Mesir, dari pada Di Madinah atau universitas Arab Saudi lainnya yang seleksinya lebih ketat dan waktu tunggu yang lumayan lama. Seusai wawancara yang dilakukan tim Bidang Kominfo Konsulat Pondok Pesantren Muwahidun di LIPIA dengan beberapa alumni yang ada di Mesir, ternyata di sana para alumni tidak mengambil beasiswa yang diadakan Kementerian Agama maupun Kemendikti. Ketika tim sebabnya, mereka menjawab, "Karena mahasiswa yang mengambil beasiswa tersebut wajib tinggal di asrama dengan pembimbing beraqidah asy'ariyah yang mana tidak sejalan dengan aqidah yang selama ini di ajarkan di Pondok Pesantren Muwahidun". Sehingga para alumni ponpes Muwahidun memilih untuk menghindari hal demikian, dengan mencari beasiswa di tempat lain semisal "Bait Az Zakat Al Azhar". Ada juga yang sengaja bekerja sambilan memenuhi kehidupan di sana. Di Mesir alumni tidak hanya kuliah di Al Azhar namun juga bermulazamah dan bertalaqi dengan ulama-ulama ahlussunnah untuk menambah keilmuan mereka. Bukan hanya mulazamah, bahkan ada dari alumni yang juga menjadi imam salah satu masjid di Kairo. Selain itu ada kegiatan hafalan al Quran, hadits serta matan kitab - kitab salaf yg mereka adakan. Tak hanya keilmuan yang mereka kejar, namun ada juga yang masih meluangkan waktunya untuk mengikuti hobinya berolahraga (pencak silat).
(Video yang kami terima tahun lalu)    
Dan alhamdulillah walaupun terusan suez memisahkan dua benua, komunikasi antar alumni tetap terjalin dengan adanya Ikatan Alumni Muwahidun (IkAMu) yang menjadi wadah berkumpulnya para alumni dan bertukar ilmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post