Index Labels

Valentine's Day, Umat Muslim Masih Butakah?

. . Tidak ada komentar:
Umat Islam dan Valentine’s Day
Ironis dan sangat disayangkan, setiap mendekati tanggal 14 Februari banyak beredar artikel-artikel yang membicarakan masalah seputar perayaan Hari Valentine. Tidak sedikit di antara artikel yang telah ditulis tersebut berakhir dengan kesimpulan larangan bagi umat muslim ikut merayakan Hari Valentine. Akan tetapi, kenyataannya masih banyak kaum muslim yang masih saja ikut-ikutan merayakan hari tersebut. Lebih parahnya, mayoritas yang merayakan hari tersebut adalah para pemuda yang di tangannya terdapat masa depan umat. Apakah umat Islam sekarang ini masih terlalu awam? Padahal saat ini banyak media serba canggih, yang tanpa  bersusah payah bisa membantu umat dalam mendapatkan apa yang diinginkan dan yang ingin umat ketahui. Atau, umat Islam sudah terlena serta dibutakan dengan indahnya dunia yang fana?
Akhir-akhir ini, ada sebuah gambar meme yang membuat penulis sangat prihatin terhadap keadaan kaum muslim saat ini, “Sopo sing ribut ngomong surban & gamis niru adat Arab, giliran Valentine podo budheg kabeh, Telo”. Begitulah kiranya keadaan umat islam sekarang ini, hanya masalah pakaian yang tidak ada sangkut pautnya dengan akidah sama sekali sebagian dari mereka menggembar-gemborkan pendapatnya. Dilain hal ketika Hari Valentine datang, mereka diam layaknya batu, tak bersuara. Seakan-akan mereka tidak peduli terhadap saudara muslim yang masih ikut merayakan hari tersebut. Bahkan ada sebagian kelompok (liberal) yang terang-terangan menolelir masalah ini. Padahal kalau kita mau mengkaji dan membahas masalah ini, kita akan tahu bahwa ikut merayakan Hari Valentine sangat berbahaya bagi aqidah seorang muslim. Atau paling tidak, kita mau membaca tulisan para ulama’ pakar aqidah yang menjelaskan masalah ini. Majelis Ulama Indonesia (MUI) sendiri telah mengharamkan perayaan “Valentine's Day” bagi umat islam, karena perayaannya cenderung melanggar ajaran islam. (http://m.antaranews.com/berita/297322/mui-pusat-haramkan-valentine-day)
Pada tulisan kali ini, penulis tidak akan berbicara panjang lebar mengenai sejarah tercetusnya Valentine's Day, telah banyak buku dan artikel yang dimuat di internet yang membicarakan sejarah Valentine, PEMBELOKAN SEJARAHNYA dan berbagai macam perayaan hari valentine di berbagai negara beserta keyakinan mereka saat merayakan hari tersebut. Yang mana semua tulisan tersebut berkesimpulan bahwa Valentine's Day sebenarnya bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan kepada berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tidak ada kaitannya dengan “kasih sayang” sama sekali (Silakan baca “Ada Apa Dengan Valentine’s Day?” terbitan Yayasan Al-Sofwa). Akan tetapi, disini penulis lebih fokus untuk menuliskan pandangan islam terhadap perayaan Hari Valentine dan beberapa kemungkaran dalam perayaan hari tersebut. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memudahkannya.

Valentine Day dalam Perspektif Islam
Islam adalah agama kasih sayang dan juga sebagai rahmatan lil ‘alamin. Islam tidak butuh kepada satu hari saja untuk berkasih sayang, semisal Hari Valentine, Hari Ibu dan semisalnya. Akan tetapi islam mengajarkan seseorang untuk senantiasa menyayangi seseorang sepanjang hidupnya. Islam senantiasa memerintahkan seseorang untuk memuliakan orang yang lebih tua dari kita dan menyayangi orang yang lebih muda dari kita. Bahkan kepada umat non-muslim pun kita tetap diperintahkan untuk menyayangi dan bersikap lembut kepada mereka selama tidak melanggar batas-batas aqidah dan wala’ serta baro . Salah satunya adalah dengan ikut merayakan Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day). Beberapa alasannya adalah :
1.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa memerintahkan untuk menyelisihi orang kafir dalam semua aspek. Termasuk dalam masalah berpakaian dan berhias diri. Dan tidak diragukan lagi bahwa Valentine’s Day bersumber dari orang kafir.
2.   Jika ikut merayakannya disertai keyakinan-keyakinan yang diyakini oleh orang-orang non-muslim berarti ini termasuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir dan bid’ah dalam beragama. Rasulullah bersabda :
((مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُم))
“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk darinya”
3.   Jika hanya merayakan tanpa disertai keyakinan-keyakinan orang kafir, maka ini juga termasuk bentuk tasyabbuh dan ridho dengan kemungkaran yang mereka lakukan.
4.  Ikut merayakannya berarti ikut mengagungkan syi’ar agama mereka )kafir) yang akan menjadikan keberadaan mereka semakin kuat.
5.  Ikut merayakannya atau tidak mengingkari pelaksanaannya berarti ridho terhadap paganisme orang musyrik, penyembahan kepada berhala dan penghormatan pada pastor.
6.    Merayakan hari valentine termasuk bentuk tolong menolong dalam perbuatan dosa, Allah Azza wa Jalla berfirman :
((...وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَاْلعُدْوَانِ ....))
“Dan janganlah kalian tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan” (QS. Al-Maidah : 2)
7.     Perayaan merupakan hari raya yang terikat dengan ketentuan nash, dan perayaan dalam islam yang telah ditentukan nash hanya Idul Fitri dan Idul Adha.
8.      Valentine’s Day mengajak kepada asmara dan cinta yang membuka pintu zina.
Itulah beberapa alasan mengapa kita tidak boleh ikut-ikutan merayakan hari Valentine. Tanpa hari valentine pun kita masih bisa saling menyayangi, tentunya sikap saling menyayangi yang benar sesuai tuntunan islam, bukan saling menyayangi yang banyak diaplikasikan remaja dan pemuda sekarang ini dengan cara berpacaran, sungguh ini adalah kemungkaran yang nyata. Allahul Musta’an

Kemungkaran-Kemungkaran dalam Hari Valentine
Di antara kemungkaran-kemungkaran yang terdapat dalam perayaan Hari Valentine adalah :
1.      Ikhthilat antara laki-laki dan perempuan.
2.      Saling bertukar hadiah antara lawan jenis (yang bukan mahrom) yang merupakan salah satu pengantar kepada zina.
3.      Ucapan selamat,  yang menyebabkan terjerumus dalam kesyirikan dan maksiat.
4.      Pemborosan, yang merupakan perbuatan setan.
5.      Adanya pesta miras dan mengkonsumsi barang-barang terlarang oleh sebagian kalangan.
Dan masih banyak kemungkaran-kemungkaran lainnya yang merusak moral para remaja dan pemuda yang tidak sepatutnya bagi umat islam untuk tidak mengingkari bahkan ikut merayakan dan memeriahkan hari valentine. Lebih parahnya lagi, jika asal mengikuti tanpa tahu asal mula diadakannya perayaan-perayaan semisal perayaan hari valentine.

Penutup
Itulah sedikit tulisan yang bisa penulis sampaikan berkaitan hari Valentine yang biasanya diperingati pada tanggal 14 Februari. Semoga tulisan ini bisa menjadi secercah cahaya penerang  yang dengannya umat islam bisa kembali kepada ajaran islam yang benar. Penulis memohon kepada Allah agar adanya tulisan ini hanya ikhlas mengharap wajah Allah dan juga semoga Allah menganugrahkan kepada kita akidah yang lurus dan keimanan yang kuat sehingga  kita bisa terhindar dari fitnah dan syubhat yang tengah beredar di tengah-tengah umat islam saat ini.

Terakhir, penulis sampaikan kepada para remaja dan pemuda bahwa di tangan kalianlah masa depan umat, jangan sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang tidak bermanfaat, jangan rusak diri kalian dengan mengikuti fitnah syubhat dan syahwat. Lihatlah ke belakang, Allah membuat jaya islam lewat tangan para pemuda, Allah bebaskan tanah air Indonesia dari para penjajah lewat tangan para pemuda. Presiden pertama Indonesia; Ir. Soekarno pernah berkata, “Beri aku seribu orang tua, niscaya  akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”. Oleh karena itu, wahai para remaja dan pemuda, bulatkan tekadmu untuk memajukan negara, kuatkan langkahmu untuk mengubah dunia menjadi lebih baik dan semoga Allah senantiasa menyertai perjalananmu untuk mewujudkannya. Wallahu a’lam bishshowab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Tayangan Halaman

Pengikut

Popular Post